
Tapi saya tidak mau menceritakannya dari sisi subjektif melainkan objektif. Sekalipun tangan saya sangat-amat ingin menuliskan betapa senangnya perasaan saya, namun saya menahannya. Ada satu perasaan yang sebaiknya kita rasakan dan nikmati sendiri. Dengan demikian perasaan itu akan tersimpan lebih lama dari biasanya, menurut saya.
This is it
Jika kamu saat ini merasa kangen bahkan begitu kangennya pada seseorang namun belum bisa bertemu, mungkin karena long distance, pekerjaan dan study atau memang karena perasaan-perasaan yang belum bisa hilang. Seperti gengsi, malu dan bingung mau berbuat apa saat bertemu nanti. Kesimpulannya, kamu sebenarnya belum siap untuk bertemu dengannya.
Merupakan hal yang normal, dan sebaiknya kamu tidak perlu memaksakan berbagai macam cara untuk bertemu atau menghubunginya. Cukup nantikan saja, waktu yang tepat akan datang sendirinya saat kamu bertemu dengan seseorang tersebut. Seperti inilah yang saya rasakan.
Secara hiperbola saya gambarkan, saya menantikan perjumpaan dengan dia-yang berasal dari masa lalu saya ini- bukan untuk waktu yang singkat. Beberapa tahun. Tapi itulah proses. Tanpa sadar saat ini saya sudah menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya. Saat yang tepat seperti inilah, saya tidak sengaja bertemu dengannya. Dan berjalan begitu singkat namun tetaplah berkesan baik.
Bayangkan kalau saya bertemu dengannya di masa-masa saya masih menangis semalaman, wajah yang kusut, hati yang masih penuh luka dan kecewa, saya pikir saya akan tampak bodoh di hadapannya. Dan saya juga mempertimbangkan kita harus bijak, kita semua berharap saat bertemu dengan orang-orang yang dari masa lalu kita, kita sudah tampil dengan jauh lebih baik.
Kita harus show up, cheer up dan say I can live without you. Sekalipun di waktu - waktu sebelumnya kita tampak begitu hancur luluh lantah tanpa dirinya. So, lengkap sudah cerita saya yang bersambung dari tulisan saya sebelumnya. (Past) Great, life must go on.















