February 15, 2012

Intimacy


Sebuah hubungan pria-wanita selalu dimulai dari perkenalan, penyesuaian, dan pertemanan. Bila berhasil merasakan kesenangan dan kenyamanan akan mulai menggunakan perasaan. Biasanya akan muncul keinginan untuk mendekatkan diri baik secara emosi maupun fisik. Tindakan-tindakan dalam hubungan akan menampakan kebutuhan saling memperhatikan dan mengasihi. Hingga, tanpa sadar kita menginginkan keintiman dalam hubungan ini.

Ketahuilah, mengejar keintiman tanpa komitmen adalah seperti mendaki gunung dengan seorang teman di mana ketika kita telah hampir mencapai puncak gunung, ia tidak yakin apakah ia mau memegangi talinya atau tidak. Sama rasanya, setelah ribuan meter di udara dan teman Anda sebenarnya merasa terpaksa dalam hubungan ini.

Saya bukannya melarang keintiman. Saya menikmatinya. Namun saya teringat dengan sebuah kalimat yang berkata, bahwa keintiman adalah buah dari komitmen. Bearti tidak boleh ada keintiman jika belum ada komitmen. Bahkan Amsal berkata dua orang tidak bisa berjalan bila belum membuat sebuah janji, apakah lagi, jika mereka menginginkan keintiman tanpa sebuah komitmen?

Kesimpulannya adalah jika kita belum siap untuk mengikatkan diri kita kepada seseorang, kita tidak siap untuk mengejar keintiman.

February 14, 2012

When you try your best but you don't succeed.

Dibilang baru juga tidak. Dibilang sudah kemana-mana, juga belum apa-apa. Tapi wajarlah merasa sedih saat kamu bekerja untuk mencapai sebuah tujuan dan ternyata tidak berakhir seperti yang direncanakan. Walaupun saya pernah bilang, more sacrifices more happiness. Tapi ternyata pengorbanan yang dituntut sekarang ini, mulai membuat harapan saya menipis.

Selain keluarga, pekerjaan adalah hal yang saya kasihi. Bukan secara verbal saya ungkapkan hal ini, tapi saya mulai menyadarinya karena lama kelamaan perasaan saya ikut mengambil bagian. Walaupun saya tampak innocent, tapi sejujurnya saya memperhatikannya.

Ada yang pergi, dan ada yang dipertahankan. Ada namanya kehilangan, dan ada juga perkenalan. Lucu rasanya, saat tertidur di sofa kantor. Mengejar pesawat jam 5pagi karena baru bangun jam 4. Dari pencil skirt sampai legging. Belajar anasthesi, design, people skill, menulis indah dan kenapa harus ada geografi. Main the sims sampai suntikan untuk menulis. Surgical gloves untuk cat rambut. From river side until Boshe  Dan itulah, Life is full of surprises.

---
Terdengar klise, tapi kegagalan adalah sukses yang tertunda. Walaupun kalau bisa sukses ya.. tidak perlu ditunda. Saya suka dengan kalimat yang pernah teman saya ucapkan, “Wherever you are, be there totally.”

February 13, 2012

Play in Line


Some people fall. Some people fly.

Baru hari ini saya sadar, kalau realita lebih penting dari ekspetasi. Perbuatan lebih bicara banyak dari perkataan. Masa lalu tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan hari yang sedang dijalani.

Ingatlah, mengambil langkah untuk meninggalkan masa yang sebelumnya tidak menjamin yang akan dijalani pasti lebih baik. Tetapi jauh lebih beresiko, untuk bertahan dengan hal-hal dari masa sebelumnya yang tidak bisa membawa kebaikan untuk kedepannya.

Sekalipun memutuskan untuk keluar beresiko akan jatuh, namun hal itu berharga daripada hanya diam dan tidak bergerak. Dan akhirnya setelah melalui find and replace dan set him free yang mencemaskan, she decides to play in line.

February 01, 2012

Tell Me Where It Hurts

Saya pernah sakit. Menahun dan rasanya tidak enak. Tpi skrg ini saya bersyukur krn saya bisa sembuh dan berhasil melewati masa-masa sulit itu. Di saat saya kehilangan harapan, ada orang-orang yg memberikan dukungan. Di saat sy mencapai titik terlemah, ada teman-teman yg menguatkan dan mendoakan. Terimakasih buat para dokter, obat-obatan yg saya minum, therapy yg saya ikuti dan terimakasih buat waktu yg bs saya nikmati bersama rasa sakit ini.

Pada waktu itu, saya berada di akhir dari akhirnya hidup saya. Rasanya sakit sekali. Saya berdoa pengampunan. Nyaris. Tapi ternyata orang tua saya terlalu sayang sama saya, dan mereka tidak berdoa pelepasan. Mrk berdoa utk saya kembali. Saya tertidur lama dan akhirnya say bersyukur, saya masih di sini.

Di saat itulah saya menyadari. Kebaikan dan keajaiban Tuhan. Saya takut menderita krn sakit. Tpi saya lebih takut krn sakit bisa membuat perpisahan.

January 26, 2012

Open Relationship

Ada yang bertanya mana lebih dulu telur atau ayam. Pertanyaan ini sama konyolnya dengan pemahaman, lebih baik tidak pacaran kalau tujuannya bukan untuk pernikahan. Sebab ada juga yang beranggapan, bagaimana bisa tahu apakah hubungan ini sampai di pernikahan kalau tidak dimulai dengan pacaran?

Menurut saya. pacaran itu hanyalah sebuah label sosial yang diciptakan kebanyakan masyarakat. Tetapi esensinya, hubungan khusus dan mendalam antara dua orang hanyalah dua orang itu sendiri yang mengetahui karena mereka yang menjalani.

Baiknya pacaran bisa dilihat dari sisi internal (pasanganyang menjalankan) dan eksternal (orang-orang yang ada di sekitar mereka, ex: keluarga dan teman) Dari sisi internal, pacaran bisa menjadi katakanlah sebuah janji untuk menjalani hubungan ini bersama-sama. Melalui pacaran terjadilah deklarasi yang mengikat sehingga ada namanya hak dan kewajiban. Okey, sekalipun tanpa label pacaran kita bisa memberikan perhatianyang lebih kepada seseorang,. Tapi jangan lupa, tanpa label pacaran, kita tidak bisa menuntut untuk mendapatkan perhatian yang sama.

Untuk eksternal, ini menjadi tanda bahwa kalian atau kita sedang berusaha untuk saling mengenal. Saya tidak menggunakan kata “mencoba” karena namanya hubungan tidak ada kata percobaan. Orang-orang diluar kita, yang akan menjadi penonton, pemberi advice dan kadang bisa menjadi wake up call bila kita sudah keluar dari track yang ada. Kalau kalian tidak declare adanya hubungan khusus, saat terjadi hal-hal yang merugikan salah satu pihak, katakanlah sakit hati atau rasa pengkhianatan, orang-orang akan kaget. Karena selama ini kalian tidak umumkan kenapa sekarang jadi masalah?

Pandangan

Biasanya pria tidak suka dg pay it forward dalam hubungan. Dia tidak akan menyebut kata pernikahan atau menjelaskan bahwa hubungan ini mau dibawa ke pernikahan. Tapi jangan lupa, bahwa bukan berarti semua perempuan suka dengan namanya komitmen. Permasalahanya mungkin, pria suka test drive dan akhirnya memutuskan untuk mengajak perempuan ini ke hubungan yang serius. Sedangkan perempuan berpandangan, kalau belum ada tujuan untuk pernikahan, buat apa pacaran? Perempuan meminta kepastian, pria meminta kesempatan. Itulah mengapa ada yang bertanya mana lebih dulu telur atau ayam.

Tapi pada akhirnya, sebagai perempuan, yang saya alami, apapun istilah hubungan ini, open relationship sekalipun, selama kita memulai ini dengan niat yang baik, saling mengenal dengan rules yang sewajarnya, menikmati hari-hari bersama, cepat atau lambat akan tumbuh perasaanyangmendalam yang membuat kita menjadi yakin untuk menjadikan ini hubungan serius.

January 20, 2012

Missing You


If a girl texts you first, it means she likes you a lot or she misses you.

How lucky you are, jika kamu menjadi seorang pria yang ditunggu oleh seorang perempuan. Dia menantikanmu, memikirkanmu, mencemaskanmu dan menunggumu. Mungkin bagi dunia kamu hanyalah seseorang, tapi sadarilah bahwa bagi seorang perempuan kamu adalah dunianya.

Tidak ada kejutan yang paling manis selain rasa dirindukan oleh seseorang. Sebaiknya kamu peka dan menyadari tidak ada yang lebih beruntung selain karena rasa rindu dari orang lain, yang istimewa juga untuk kamu tentunya.

Sebab kangen adalah kata awal dari perasaan yang mendalam, dan ciri-ciri dasar untuk memulai hubungan serius. Sebagai perempuan, yang juga punya kesibukan, pekerjaan, pendidikan dan hal-hal yang jauh lebih penting untuk diurus, merindukan seseorang, atau merindukan dia tepatnya adalah pekerjaan yang berhasil membuat harap-harap cemas namun manis.

Berbahagialah dirimu, jika kamu dirindukannya. Karena mungkin tidak akan ada perempuan yang merindukanmu, sedalam dirinya.

January 18, 2012

Open Table

Banyak perempuan yang salah mengartikan bagaimana caranya agar dapat memikat hati seorang pria. Perempuan berkompetisi untuk menarik perhatian pria dengan memoles, kepintaran, dan membuat sebuah packaging dalam “menjual” dirinya. Dan tentu saja, semua hal itu adalah baik adanya.

Namun jujur, saya capek dengan fase itu. Karena pada dasarnya, setiap orang punya pasarannya sendiri. Yang kedua, saya berusaha untuk dikenal sebagai diri sendiri yang apa adanya dan bukan menjadi orang lain untuk dapat diterima. Kalau perasaan diterima saja masih harus diusahakan bagaimana bisa muncul rasa ketulusan?

___

Salah satu resolusi yang ingin saya terapkan dalam sebuah hubungan adalah prinsip open table. Prinsip ini mengajarkan untuk lebih berani bersikap dan mengambil keputusan yang baik bagi perempuan dan laki-laki. Remember, there’s no trying without feeling. Karena itu jangan bermain dengan perasaan diri sendiri apalagi perasaan orang lain.

Open table membuat kamu merasa feel close to heaven tapi tanpa ada unsur alcohol. Saya tahu cinta itu memabukkan. Makanya cinta itu adalah sebuah keputusan. Begini, kamu memutuskan untuk sekolah di universitas ini. Karena berbagai pertimbangan. Sama dengan cinta, atas pertimbangan banyak hal akhirnya saya memutuskan untuk mencintai orang ini. Kamu harus tahu, orang yang jatuh cinta itu tidak menerima nasihat. Oleh karena hal itu, banyak-banyaklah mendengar nasihat sebelum kamu jatuh cinta.

OK, kembali tentang open table. Ini yang ada di pemikiran saya. Take it or leave it. Kalian pria dan wanita. Kalian single. Kalian punya ketertarikan yang sama dan bisa membuat diri yang nyaman satu dengan yang lain. Kembali ke kalian. Lanjutkan atau bubarkan.

Ingatlah bahwa ekspektasi yang berlebihan akan mengakibatkan harapan yang tidak terbalas. Itulah ada baiknya kita bermain open table. Kamu nggak perlu harus ragu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan observasi. Toh, memang ini lagi masa pengenalan dan penyesuaian. Tetapi kamu juga punya hak untuk tidak menjawab. Kamu harus keep apa yang mau kamu bagikan dan apa yang kamu tidak ingin dia tahu.

Kesimpulannya pada prinsip open table. Kamu tawarkan apa yang ada di menu kamu dan lihat respon dia apakah sesuai dengan yang kamu mau atau ternyata dia tidak tertarik. Let’s make a deal.

Teory nya sih mudah dipahami ya? Tapi bagaimana kalau kita sedang menjalaninya saat ini? Hahaha

Find and Replace

Di pemikiran yang lama, saya merasa kalau perasaan istimewa kepada seseorang bersifat lama dan tidak berubah. Namun, setelah saya menjalani beberapa proses, perubahan paradigm mulai terjadi dalam pribadi saya. Sampai pada titik, sampai saya merasakan sendiri, bahwa perasaan itu tidak berubah namun orang yang bersangkutan itu yang berubah.

Dulu saya pernah melakukan beberapa kesalahan. Saya melakukan usaha, membuat pengharapan dan menaruh perasaan yang tidak sedikit. Tapi ternyata gagal. Di masa itu, saya merasa dia tidak tergantikan. Dan cinta sudah lewat. Apalah cinta tanpa dirinya. Itu pemikiran saya yang dulu.

Setelah melewati waktu yang cukup lama, bertemu dengan beberapa orang baru, menjalani kegiatan lainnya. Akhirnya, saya menyadari bahwa perasaan yang besar itu tetap ada namun orangnya tidak lagi sama.

Hanyalah orang bodoh yang mau bertahan dengan hal yang menyakiti dirinya. Seperti masa lalu, kesalahan dan kenangan. Dan saya tidak mau bertahan dengan hal itu. Tanpa sadar, diri saya menemukan suatu solusi untuk menyembuhkan dirinya. Yaitu dengan find and replace.

Suatu hari nanti, not now or maybe tomorrow. Saya percaya bahwa kita dapat bertemu (lagi) dengan seseorang yang sudah pasti lebih baik, tepat, yang sesuai dan berhasil menggantikan perasaan sayang ini.

January 11, 2012

Mr. Know It All


Please Don’t Ask Too Much

Semua orang mempunyai hal-hal pribadi yang tidak ingin di sentuh oleh orang lain. Seperti masa lalu, pekerjaan, latar belakang atau sesuatu yang mengganggu bagi dirinya pribadi, dan hanya pantas dikonsumsi oleh diri sendiri, atau mungkin bersama orang terdekat saja cukup.

Kesadaran akan hal inilah yang harusnya bisa dimiliki oleh setiap kita. Apa mungkin sedang merebaknya wabah “Kepo”, sehingga rasa ingin tahu orang-orang di sekitar semakin meningkat drastic atau factor internalnya yang membuat orang tersebut ingin sekali mencari tahu kebenaran.

Mungkin bertanya/ menanyakan kabar adalah bagian dari cara manusia untuk saling menjaga komunikasi. Bertanya juga jalan untuk tetap membangun hubungan baik. Tapi, kita juga harus melihat dari sisi lainnya. Apakah yang dirasa si penerima pertanyaan jika kita ditanyakan hal-hal pribadi?

Basa-basi busuk memang tidaklah benar, tapi itu lebih baik dilakukan daripada bertanya banyak hal dan akhrinya terkesan Mr. Know It All.

Begitupula dalam penjajakan. Ini masa pengenalan dan adjustment. Tidak perlu dalam sehari kamu harus tahu apa yang semua-mua-muanya. Bertanya seperti seorang interviewer atau bahkan terkesan diwawancara seperti pelamar. Pertanyaan yang banyak darimu justru membuat dia tampak sangat terganggu.

Semua ada proses. Ini bukan motto JK – Lebih cepat lebih baik. Ini tentang perkenalan dan penjajakan. Pertanyaan itu baik. Tapi bukan satu-satunya cara untuk mendekatkan diri dengan lawan jenis. Biarkan semua tampak natural dan ingat bahwa sekalipun kamu sudah merasa tahu semuanya tentang dia, proses perkenalan dengan orang lain itu membutuhkan waktu sangat banyak.

Frekuensi kontak tidak harus setiap hari. Memangnya dia siapa tidak ada kerjaan, dan hanya menjawab semua pertanyaanmu. Intensitas juga tidak menentukan kualitas keberhasilan dalam masa penjajakan. Please don’t ask too much. Take it slow. Make it smooth. Don’t in a rush ;)

June 06, 2011

M** Friend

He is out there somewhere. You just haven’t met him yet.

Cinta tidak buta, tapi cinta bisa membutakan. Ia membuat orang bertahan pada rasa sakit, demi yang dicintainya. Ia menjadikan seseorang mau dianggap bodoh, karena memilih hal yang salah bahkan memperjuangkannya agar bisa merubahnya menjadi benar. Namun ingatlah tujuan cinta adalah untuk menemukan pasangan hidup.

Dibandingkan tas atau baju, saya suka sekali dengan sepatu. Dan belakangan ini saya menyadari, sekalipun ada sepatu yang begitu saya sukai, saya sayangi, saya rawat, saya jaga, mengingat saya beli sepatu ini dengan harga yang mahal, dengan investasi yang tidak sedikit, makanya saya mau terus memakai sepatu ini, tetapi kalau sepatu ini sudah kekecilan, itu berarti sepatu ini harus dibuang.

Alasannya sederhana. Karena sepatu ini sudah tidak sesuai dengan kebutuhan saya. Mungkin dulu saya memakai sepatu ukuran 38, tapi seiringnya waktu kini saya sudah harus menggantinya dengan ukuran 39. Fatal akibatnya, jika saya terus bertahan dengan sepatu yang berukuran 38.

Begitupula dengan pria yang mendampingi kita. Di jaman global, sebagai perempuan yang mandiri dan dewasa, ini bukan lagi waktunya kita mencari boy friend, melainkan yang kita butuhkan saat ini adalah men-friend.

Yang dimaksudkan dengan men-friend adalah pria yang siap berkomitmen, bisa mengambil sikap dan menyayangi kita dengan sungguh-sungguh.

Jika saat ini kamu sedang in a relationship dengan seseorang dan kamu menyadari sepertinya everything is going wrong. Mungkin ini saatnya kamu harus jujur dengan dirimu sendiri, renungkan apa yang salah. Apa bisa dibetulkan? Jika kecil kemungkinan, solusinya satu yakni berpisah. Karena itu berarti dia bukan lagi ukuran sepatumu.

Sekalipun kamu seperti saya, yang ehem, status sosialnya single. Remember that we just haven’t met him yet.

Akhir kata, seperti Pengkhotbah mengatakan bahwa segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu menangis, ada waktu tertawa. Ada waktu untuk memeluk, dan juga ada waktu untuk menahan diri dari memeluk. Sadarilah, suatu-hari-nanti kita pasti bertemu dengan seseorang yang tepat.