December 09, 2010

Komunikasi

Say what you need to say.

Orang-orang yang ada disekitarmu bukanlah Tuhan ataupun mahluk gaib, yang bisa membaca pikiranmu. Sekalipun indera keenam itu ada, tapi sangat sedikit kemungkinannya dimiliki manusia. Oleh karena itu, ada saatnya kamu harus mengungkapkan apa yang kamu rasakan kepada orang lain. Bagaimana mereka bisa mengerti perasaanmu, jika kamu tidak memberitahukannya?

Memang tidak semua orang mempunyai kemampuan untuk terbuka apalagi bisa membagikan rasa pribadinya. Saya pun juga mengalami sulitnya menceritakan apa yang sebenarnya. Bukan bermaksud untuk menutupi atau berbohong, tapi tidak mudah untuk jujur dengan diri sendiri.

Tidak jarang konflik atau masalah terjadi karena miscommunication, yakni kesalahan komunikasi yang bisa saja berakhir fatal. Dalam relationship dg sesama, kita harus bisa membuat orang lain membaca apa yang kamu baca dan kamu juga bisa memandang apa yang mereka pandang. Tujuan komunikasi berlangsung, supaya si penerima pesan mengetahui hal yang sudah diberikan. Baru itu dikatakan ‘nyambung’.

Polemik lainnya yang menarik untuk dibahas seperti di paragfraf pertama. Kita sulit untuk mengatakan apa yang sebenarnya dirasakan. Mungkin kita bisa berbicara banyak, tersenyum dan melakukan aktivitas seperti biasa, tetapi di dalam diri ini sebenarnya ada beban yang tidak bisa diungkapkan. Ini kerap kali terjadi di hubungan orang tua dan anak. Kadang mereka tidak bisa saling mengungkapkan apa yang mereka mau, tidak mau saling mendengarkan, makanya terjadi perang dingin di rumah.

Atau dengan sahabat, hubungan di kantor, dan orang-orang terdekat lainnya. Kita terlalu sibuk untuk menjaga perasaan orang lain. Namun yang terjadi, tanpa sadar kita melukai perasaan kita sendiri. Belajarlah untuk tidak hanya ringan tangan, tapi juga ringan hati. Kalau di dalamnya sudah beres, pasti luarnya juga mengikuti yang baik.


4 Comments:

  1. hmm...
    tidak mudah utk kak, memang kalau masalah perasaan lepas semuax akn lepas... tpi utk mencari org yg tepat utk bercerita itu tidak mudah jga kak... skrg saya juga kaya' gtu tak mau org lain tau masalah pribadi...
    soalx terkadang kita anggap kawan ternyata dia mencerita kn apa yg kta curhat kn pda org lain... aq jdi takut setelah hal itu..

    ReplyDelete
  2. Iya, tentu saja ada kemungkinan orang yang kita cerita justru cerita ke orang lain. Tapi, pasti ada orang yang bisa dipercaya utk saling bertukar pikiran. Dua kepala lebih baik dari satu :)

    ReplyDelete
  3. Beruntunglah mereka yg memiliki kemampuan komunikasi yg baik...krn tdk setiap orang memiliki kemampuan utk mengungkapkan segala apa yg ada di kepalanya..

    nice posting, Jessica! thanks for stoppin by my site...
    glad to know you!

    nensa

    ReplyDelete
  4. Dear Mrs. Nensa.
    I'm glad to see your comment on my blog. :)
    Keep rock on this life with your "The Note" too.

    ReplyDelete